Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop
No Result
View All Result
Cinemags
No Result
View All Result

Review Film Batman v Superman – Terlalu Padat dan Dipaksakan

by admin
March 24, 2016
in Featured, News, Reviews
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Review Film Batman v Superman
Share on FacebookShare on Twitter

Review Film Batman v Superman

Setelah bertahun-tahun menunggu, akhirnya film Batman v Superman: Dawn of Justice bisa saya nikmati di bioskop dengan suasana gegap gempita. Bagi sebagian orang, film ini bak Star Wars: The Force Awakens yang sakral untuk sejumlah ‘umatnya’. Mereka rela menunggu sekian lama agar kisah dan karakter favoritnya dapat muncul lagi di layar lebar, begitu pula Batman v Superman, yang sangat dinanti-nanti walau akhirnya tak berhasil memuaskan semua pihak.

Film Superhero yang Tak Sempurna

Dengan durasi 151 menit, film yang digadang sebagai film superhero terbaik ini tak cukup sempurna dari segi kompleksitas plot ataupun penyajian cerita. Bagi yang belum menonton film Man of Steel, rasanya sulit untuk menelan semua kisah sebab-akibat yang ada di tiap bagian sekuens film ini. Ada banyak kejadian yang kurang dijelaskan dan bahkan terlalu cepat untuk bergeser ke masalah selanjutnya. Entah ini kesalahan Snyder, atau naskah yang digunakan, tapi yang pasti keutuhan cerita di film Batman v Superman: Dawn of Justice  masih kalah jauh jika dibandingkan dengan The Dark Knight  arahan Christopher Nolan.  Beruntung, nantinya akan ada versi director’s cut film ini dalam format Blu-Ray dengan selisih durasi cukup besar dari versi theatrical-nya. Sepotong harapan saya berada di sana, karena elemen cerita yang terlalu padat dan dipaksakan inilah kelemahan terbesar film Batman v Superman: Dawn of Justice.

Secara keseluruhan, film yang diproduksi dengan budget $250 juta atau setara Rp 3.3 triliun ini sangat seru untuk ditonton. Saya sendiri larut dalam alur ceritanya yang penuh aksi brutal dan pertarungan dahsyat hingga melupakan lamanya waktu berjalan. Momen ‘wow’ yang disajikan pun tak sedikit, bahkan terbilang banyak. Bagi yang merasa ‘dilecehkan’ dengan spoiler di trailer-nya, jangan khawatir, karena masih banyak elemen penting dalam film ini yang masih bisa dinikmati secara fresh. Namun jika anda ingin menonton film ini di bioskop, maka saya anjurkan untuk terlebih dahulu menonton film Man of Steel. Ini penting, karena sang manusia baja tak lagi dikisahkan secara mendalam di film Batman v Superman: Dawn of Justice, begitu juga dengan Lois Lane dan kisah cinta antara mereka berdua. Dua hal baru tentang Superman yang diperlihatkan di film ini hanyalah seputar masalah emosi dan kelemahan fisik sang manusia baja.

Baca Juga:  Setelah 44 Tahun, MTV Resmi Mati: Akhir dari Era Musik di Layar Televisi

Batman v Superman adalah ajang pembuktian Ben Affleck yang sempat diragukan sebagai pemeran Batman. Ia tampil begitu apik, meskipun porsi yang diberikan tak sebesar Christian Bale dalam trilogi Batman. Menurut saya, tak cukup untuk membandingkan Christian Bale dengan Ben Affleck hanya dengan satu film ini. Saya optimis jika nantinya film solo Batman yang diperankan oleh Ben Affleck telah dibuat, kita akan terperangah dan berhenti membandingkannya dengan Bale. Ini cuma masalah porsi dan kedalaman cerita yang berbeda, atau mungkin gaya penyutradaraan yang berbeda. Sedikit spoiler, Batman di film ini jauh lebih ganas dan brutal jika dibandingkan dengan versi Nolan.

Selain cerita yang tak utuh, satu hal lagi yang menggangu saya di film Batman v Superman: Dawn of Justice  adalah karakter Lex Luthor yang diperankan oleh Jesse Eisenberg. Mungkin sebagian dari anda tak setuju, tapi bagi saya Jesse Eisenberg tak bisa memberikan kesan yang berbeda dalam film ini, ia lagi-lagi tampil dengan karakter andalannya yang serba tau dan licik. Tokoh Lex Luthor pun sekilas mirip seperti Joker, hanya saja kemasannya dibentuk lebih halus dan sopan. Singkat kata, Lex Luthor bukanlah tokoh spesial dalam film ini.

Dari semua karakter, yang paling mencuri perhatian di film ini adalah sosok Wonder Woman yang diperankan oleh Gal Gadot. Meskipun dulunya sempat diragukan, nyatanya ia berhasil menjadi pusat atensi dengan paras cantik serta aksi memukau yang ia tampilkan. Karakter Wonder Woman yang ia perankan pun tersaji dengan porsi yang pas, tak kurang dan tak terlalu berlebihan. Bagi mayoritas kaum Adam, Wonder Woman versi Gal Gadot adalah main reason mengapa film Batman v Superman: Dawn of Justice pantas untuk ditonton.

Baca Juga:  Rachel McAdams Meneror Dylan O’Brien di Trailer Baru Send Help

Bicara soal visual, Batman v Superman benar-benar dikemas dengan gaya otentik Zack Snyder. Pergerakan kamera, komposisi gambar, serta cut-to-cut yang ditampilkan membuat saya teringat dengan film Sucker Punch arahannya yang dirilis tahun 2011 lalu. Gaya khas Zack Snyder ini kemudian dibalut dengan unsur dark yang kental dengan karakteristik film DC. Tone warna yang kelam, serta banyaknya adegan slow motion menjadikan Batman v Superman tampak lebih mudah untuk dinikmati oleh kalangan dewasa. Sebuah perpaduan yang tepat dan kontras jika dibandingkan dengan gaya Josh Whedon bersama Marvel yang ringan dan cukup mudah dicerna.

Berpindah ke bagian musik, saya harus mengangkat topi lagi untuk Hans Zimmer. Tensi yang tinggi, dan suasana mencekam berhasil ia sajikan dengan sangat presisi dan tepat sasaran. Bagi saya, Hans Zimmer adalah penyelamat Zack Snyder, karena jika saja bukan dirinya, mungkin film ini akan sangat terasa hambar dan tidak menarik. Sama seperti Man of Steel yang begitu menggugah, Batman v Superman: Dawn of Justice cukup intense untuk meningkatkan adrenalin saya. Terlebih lagi ketika munculnya Wonder Woman dengan distorsi yang sangat fantastis.

Jika ditilik lebih detail lagi maka Batman v Superman adalah film pembuka untuk kisah DCEU lainnya. Untuk itu, jangan menaruh harapan besar terhadap film ini meskipun pada dasarnya Batman v Superman: Dawn of Justice adalah film yang sangat nikmat untuk disantap. Jika Man of Steel adalah pintu masuk rumah, maka Batman v Superman adalah salam pembuka yang hangat, namun belum cukup untuk mengenal karakter sang empunya rumah. Kita akan diajak lebih dalam untuk mengenal universe DC ini dengan film Suicide Squad, Wonder Woman, Justice League Part 1, dan sejumlah film lainnya dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga:  George Clooney Pastikan Mayoritas Cast Orisinal Kembali di Ocean’s 14

Timeline yang disajikan dalam DCEU pun tak linear seperti MCU, karena harusnya sebelum ada Batman v Superman ini kita sudah mengenal sang Batman lebih dalam sama seperti Superman dengan film Man of Steelnya. Namun nampaknya DC ingin menciptakan timeline universe dengan gaya yang berbeda. Ibaratnya, kita disajikan makanan pembuka yang asing di mulut namun terasa nikmat di santapan pertama.

Sekali lagi, meskipun Batman v Superman: Dawn of Justice adalah film yang bagus, namun janganlah anda terlalu berharap dengan film ini sebelum menontonnya di bioskop. Layaknya logo yang tersemat di dada Superman, harapan yang tinggi bisa menjatuhkan anda jauh lebih keras dan menyakitkan.

Rating: 8/10

Baca juga: Ikuti Kuis Nonton Bareng The Battle Of Superheroes dari Mitsubishi

Tags: Batman v SupermanBatman v Superman: Dawn of JusticeReview FilmReview Film Batman v Superman
Previous Post

Ikuti Kuis Nonton Bareng The Battle Of Superheroes dari Mitsubishi

Next Post

Sarah Silverman Bergabung dengan Battle of the Sexes

Related Posts

Menghadapi Kekuatan Alam: 10 Film Bencana Terbaik Sepanjang Masa
Barat

Menghadapi Kekuatan Alam: 10 Film Bencana Terbaik Sepanjang Masa

10/01/2026
Will Arnett Resmi Gantikan David Harbour di Proyek Film Behemoth! Karya Tony Gilroy
Action

Will Arnett Resmi Gantikan David Harbour di Proyek Film Behemoth! Karya Tony Gilroy

09/01/2026
Tangled
Anak dan keluarga

Disney Resmi Umumkan Pemeran Rapunzel dan Flynn Rider untuk Tangled Versi Live-Action

09/01/2026
Recovery Agent
Action

Gal Gadot Jadi Agen Pemburu Harta Karun di Film Petualangan Baru dari Paramount

09/01/2026
Next Post
Sarah Silverman

Sarah Silverman Bergabung dengan Battle of the Sexes

[elfsight_youtube_gallery id="2"]

Popular 24 Hours

  • Traveloka CGV

    Sebelum Nonton, Kenali Dulu Ragam Kelas di Bioskop CGV

    31470 shares
    Share 12588 Tweet 7867
  • Review Film Inheritance

    609 shares
    Share 244 Tweet 152
  • Menghadapi Kekuatan Alam: 10 Film Bencana Terbaik Sepanjang Masa

    401 shares
    Share 160 Tweet 100
  • Disney Resmi Umumkan Pemeran Rapunzel dan Flynn Rider untuk Tangled Versi Live-Action

    405 shares
    Share 162 Tweet 101
  • Trailer Perdana “Trap House” yang Dibintangi oleh Dave Bautista Resmi Dirilis

    449 shares
    Share 180 Tweet 112
Cinemags

© 2021 - 2025 Cinemags

Information

  • About Us
  • Advertise
  • Privacy Policy
  • Contact Us

Follow Us

No Result
View All Result
  • Trending
  • Reviews
  • Movie News
  • TV News
  • Interview
  • Lainnya
    • Show Case
    • Komik
    • Shop

© 2021 - 2025 Cinemags