Rencana besar Paramount Skydance untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery kini menghadapi berbagai tantangan baru di tingkat internasional. Kesepakatan bernilai sekitar 111 miliar dolar AS itu sebelumnya sempat memenangkan persaingan sengit setelah Netflix mundur dari proses penawaran.
Kesepakatan tersebut dipimpin oleh pengusaha David Ellison, yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian untuk membeli Paramount Pictures melalui Skydance. Namun, rencana besar ini masih menghadapi sejumlah hambatan, termasuk pengawasan dari U.S. Department of Justice terkait potensi pelanggaran aturan antimonopoli.
Dan kini untuk mewujudkan akuisisi Warner Bros., Paramount Skydance disebut mengambil utang hingga 79 miliar dolar. Selain itu, ayah David Ellison yang juga miliarder teknologi, Larry Ellison, turut memberikan dukungan finansial lebih dari 40 miliar dolar guna memastikan stabilitas pendanaan.
Namun sebagian besar pendanaan juga bergantung pada dana investasi negara-negara Teluk, yang kini menjadi sumber kekhawatiran baru.
Konflik antara Israel dan Iran yang melibatkan Amerika Serikat membuat sejumlah investor dari kawasan Teluk mulai mempertimbangkan kembali komitmen mereka.
Negara-negara seperti Saudi Arabia, United Arab Emirates, Kuwait, dan Qatar disebut ikut terdampak oleh situasi geopolitik tersebut. Salah satu tokoh bisnis dari Uni Emirat Arab, Khalaf Al-Habtoor, bahkan mempertanyakan apakah negara-negara di kawasan itu seharusnya mendanai proyek investasi besar di tengah situasi konflik.
Sebagai bagian dari kesepakatan, sekitar 24 miliar dolar rencananya berasal dari Public Investment Fund milik Arab Saudi.
Di sisi lain, pejabat pemerintah AS juga mengkhawatirkan ketergantungan perusahaan media besar Amerika pada investasi asing. Perusahaan teknologi asal China, Tencent, sempat berniat ikut berinvestasi ratusan juta dolar dalam kesepakatan tersebut, namun mundur setelah regulator AS mengangkat isu keamanan nasional.
Situasi ini semakin kompleks karena performa box office film terbaru Warner Bros., The Bride!, dilaporkan kurang memuaskan dengan pendapatan pembukaan sekitar 13,6 juta dolar dari anggaran produksi sekitar 90 juta dolar.
Selain itu, masa depan pusat produksi film di wilayah Los Angeles serta dua studio legendaris Warner Bros. juga menjadi perhatian industri.
Kini banyak pihak menunggu apakah David Ellison mampu membawa Paramount menuju era kejayaan baru seperti masa produser legendaris Robert Evans yang menghasilkan film klasik The Godfather, atau justru menghadapi risiko seperti masa kontroversial pemilik MGM terdahulu, Kirk Kerkorian.





