Dua dekade setelah adaptasi filmnya menuai kekecewaan, Eragon akhirnya menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Disney+ resmi menunjuk dua showrunner untuk menggarap serial adaptasi dari Inheritance Cycle, seri novel fantasi legendaris karya Christopher Paolini. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa proyek yang diumumkan sejak 2022 tersebut mulai bergerak serius menuju layar kaca.
Menurut laporan terbaru, Todd Harthan dan Todd Helbing didapuk sebagai co-showrunner serial Eragon. Harthan dikenal sebagai sosok berpengalaman di televisi lewat karyanya di Psych dan The Resident, serta saat ini menjabat sebagai showrunner serial populer High Potential. Sementara itu, Helbing memiliki rekam jejak kuat di genre superhero dan fantasi sebagai showrunner The Flash dan Superman & Lois.
Tak hanya itu, sutradara ternama Marc Webb juga bergabung sebagai produser eksekutif. Webb dikenal lewat film 500 Days of Summer, The Amazing Spider-Man, hingga Snow White, serta pengalaman panjang di dunia serial seperti Crazy Ex-Girlfriend dan Why Women Kill. Disney+ sendiri telah membentuk ruang penulis sejak tahun lalu, menandakan tahap pengembangan kreatif sudah berjalan.
Eragon merupakan buku pertama dari tetralogi Inheritance Cycle, yang mengikuti kisah Eragon, seorang anak petani yang menemukan telur misterius yang menetas menjadi naga bernama Saphira. Bersama Brom, anggota terakhir penunggang naga, mereka harus menghadapi tirani Raja Galbatorix yang kejam.
Novel ini sempat diadaptasi menjadi film pada 2006, namun gagal memenuhi ekspektasi penggemar. Meski meraih pendapatan global sekitar 250 juta dolar AS, film tersebut mendapat kritik pedas dan hanya mengantongi skor 16% di Rotten Tomatoes, membuat rencana franchise untuk filmnya kandas.
Christopher Paolini, yang menulis Eragon saat berusia 15 tahun dan menjadikannya best seller New York Times selama lebih dari dua tahun, kembali terlibat langsung sebagai penulis dan produser eksekutif. Dengan dukungan Disney+ dan tim kreatif baru, serial Eragon kini diharapkan mampu menebus kegagalan masa lalu dan menghadirkan kisah fantasi epik yang lebih setia pada novelnya.





